Sama Seperti Kasus Covid-19, Tersangka Pelaku Jemput Paksa Jenazah Juga Bertambah

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Aparat kepolisian Polda Sulsel kembali bertindak tegas. Kasus jemput paksa jenazah di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Makassar, kembali menetapkan berapa orang tersangka.

Jika sebelumnya Polda Sulsel menetapkan 12 tersangka, beberapa Minggu setelahnya mengalami penambahan hingga puluhan tersangka.

"Dari hasil pengembangan pemeriksaan saksi-saksi dan hasil gelar perkara, telah ditetapkan sebagai tersangka adalah sebanyak 32 orang," tegas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, Senin (29/6/2020)

Para tersangka berasal dari rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Makassar. Ada yang dari RS Labuang Baji, RS Stella Maris, RS Dadi, dan RS Bhayangkara.

Aksi tersebut sudah diatur dalam pasal yang diterapkan bagi seseorang yang nekat melanggar.

"Para tersangka terancam Pasal 214, 335, 336, dan pasal 93 Undang-Undang nomor enam Tahun 2019. Ancaman hukuman sampai tujuh tahun," tegas Ibrahim.

Pelaku membawa kabur jenazah Covid-19 terbilang nekat. Mereka menolak memakamkan jenazah keluarganya yang berstatus ODP sesuai protokol penanganan Covid-19 oleh Tim Gugus Tugas.

Padahal kasus penyebaran Covid-19 di Makassar masih tinggi. Bahkan Satgas telah membuat klaster kshusu sendiri atas kasus pengambilan paksa jenazah Covid-19.(ishak/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...