Sebut 4 Menteri dan 2 Menko, Ubeidillah Badrun: Tinggal Jokowi Mau Menteri Mana

Senin, 29 Juni 2020 14:46

Presiden Joko Wiodo (Jokowi) (JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat kabinet paripurna pada Kamis (18/6) menuai banyak sorotan. Pasalnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam pidatonya mengancam akan membubarkan lembaga dan tak segan melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

Analis sosial Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubeidillah Badrun menyebut, kemarahan Jokowi pada pidatonya tersebut merupakan gambaran ekspresi emosional dan kegagalannya dalam menangani virus korona atau Covid-19. Karena sebelumnya, Jokowi menganggap remeh pandemi Covid-19.

“Jadi pidato Jokowi yang marah-marah itu sebenarnya ekspresi emosional dari kegagalanya sekaligus kekacauanya dalam mengendalikan para menterinya, dan kegagalanya mengendalikan kondisi ekonomi pada kwartal I dan Kwartal II tahun 2020 ini yang terkonstraksi minus,” kata Ubeidillah dalam keterangannya, Senin (29/6).

Karena kekacauan tersebut, lanjut Ubeidillah, Presiden Jokowi harus mengganti menteri yang menjadi beban dan akan menambah kekacauan ke depannya. Seperti, Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Sosial (Menos), Menkumham, dan Menteri Perindustrian.

Selain itu, ada juga dua Menteri Koordiantor (Menko) yang menjadi beban Jokowi untuk dievaluasi dan reshuffle yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Manivest) serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

“Argumenya karena sudah ada Perpu Nomor 1 tahun 2020 yang sudah jadi undang-undang tetapi tidak efektif digunakan oleh dua Menko tersebut. Bahkan justru membuat kegaduhan saja, dari kegaduhan TKA, kegaduhan debat terbuka yang gagal dan juga kegagalan Kartu Prakerja yang dihandle langsung oleh Menko perekonomian,” beber Ubeidillah.

Bagikan berita ini:
4
1
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar