Tinggalkan Golkar, Nasdem Mainkan Politik Barter dengan PPP

Ilustrasi PPP dan Nasdem

Dihubungi terpisah, Ketua DPW PPP Sulsel, Muh Aras juga membenarkan, PPP dan Nasdem memang ada komunikasi membangun koalisi di beberapa Pilkada di Sulsel. Setidaknya, hal tersebut sudah terjadi di Bulukumba. Dengan demikian, sangat mungkin kembali terjadi di Makassar.

Keinginan untuk berkoalisi ini, menurutnya, tentu berawal dari visi yang sama. Kendati demikian, ia belum mau memastikan, apakah PPP benar-benar akan sejalan lagi dengan Nasdem di Pilwalkot Makassar. "Kita lihat saja bagaimana ke depan,” tuturnya.

Pengamat Politik Unhas, Adi Suryadi Culla mengatakan, melihat kondisi politik di Makassar, Danny Pomanto harus siap dengan segala kemungkinan, setelah meninggalkan Golkar.

Sebab, parpol, kata dia, cenderung pragmatis dalam penentuan usungan. Hal ini disebabkan, figur yang akan bertarung, tidak punya kedekatan ideologi dengan partai.

Dari sejumlah figur yang potensial seperti Danny Pomanto berlatar belakang profesional sebelum bergabung dengan Nasdem.

Lalu Syamsu Rizal (Deng Ical) sebelumnya adalah kader Demokrat tetapi kini berpotensi diusung partai lain. Demikian juga Munafri Arifuddin (Appi) berlatar belakang pengusaha. Sedangkan Irman Yasin Limpo (None) dari kalangan birokrat.

"Maka, partai hanya akan mendukung untuk melihat potensi keterpilihan saja. Tidak lagi melihat kedekatan secara parpol. Ini yang saya kira menyulitkan sekarang. Ujung-ujungnya, sulit ditebak pergerakan partai," jelasnya. (fik-sir/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...