Inflasi Rendah, Gubernur Sulsel Tekankan Pererat Kolaborasi Antar Daerah

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Tercatat inflasi di Provinsi se-Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) mengalami tekanan yang rendah. Kendati demikian terdapat beberapa komoditas yang persisten sebagai penyumbang inflasi yakni komoditas ikan bandeng, ikan layang, beras dan daging ayam ras.

Sedangkan secara spasial, surplus komoditas yang terjadi di daerah tidak selalu diikuti dengan penurunan tingkat inflasi, begitu juga sebaliknya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Bambang Kusmiarso menggambarkan adanya mekanisme perdagangan yang kurang efisien terutama dalam hal distribusi, dan adanya ketidakcukupan data dalam mendukung respon kebijakan pengendalian inflasi.

"Jadi memang dengan ini dapat menyatukan komitmen dalam pengendalian inflasi, termasuk Kerjasama Antar Daerah (KAD)," ucapnya dalam video konferensi Rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah Se Sulampua.

Menurutnya menjaga pasokan komoditas pangan strategis adalah kebutuhan semua daerah sehingga ia berharap KAD perlu didorong untuk dapat dilaksanakan sesuai dengan potensi sumber daya alam masing-masing secara resiprokal.

Selain itu strategi penguatan manajemen stok pangan secara regional Sulampua juga perlu dilakukan guna Sulampua kedepannya dapat menjadi penyangga pasokan pangan nasional.

Sementara itu Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menuturkan perlu adanya kolaborasi antar daerah. Karena kata dia, sinergi antar daerah akan membantu percepatan pembangunan ekonomi di Sulampua.

"Untuk mewujudkan kolaborasi antar daerah (KAD) yang kuat perlu didasari oleh adanya kesepahaman, kesamaan isu, kebutuhan, dan visi serta komitmen dari seluruh daerah. Saya yakin dengan kolaborasi yang kut dapat menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulampua," beber Mantan Bupati Bantaeng itu. (anti/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...