Jokowi Minta Kepala Daerah Tak Ragu Batalkan Status New Normal

Presiden Jokowi melalukan kunjungan kerja memantau percepatan penanganan Covid-19 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (25/6). (Humas Pemprov Jatim/Antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepala daerah untuk tidak ragu-ragu membatalkan status new normal atau tatanan kehidupan baru, apabila adanya kenaikan kasus virus corona di daerah tersebut.

“Kalau memang keadaanya (penularan) naik ya ditutup lagi. Harus berani seperti itu. Harus berani memutuskan,” ujar Jokowi dalam video conference di Jawa Tengah, Selasa (30/6).

Jokowi juga mengimbau kepada para kepala daerah harus menggandeng para ahli untuk menerapkan new normal di satu daerah. Karena jika kebijakan dibuka tanpa adanya data science dan saran dari para ahli maka akan sangat berisiko.

‎”Jangan sampai membuka pada tatanan baru atau new normal tetapi tidak melalui tahapan-tahapan yang benar. Setiap kita membuat kebijakan itu tolong yang namanya data science itu dipakai. Yang kedua saran-saran dari para scientist para pakar juga dipakai,” katanya.

Jokowi menegaskan, pihaknya tidak ingin dibukanya new normal dipaksakan padahal di daerah tersebut masih banyak orang yang tertular virus Korona. Hal itu karena berpotensi makin menyebarkan virus tersebut.

‎”Jangan sampai kita berani membuka masuk ke new normal tapi keadaan datanya masih belum memungkinkan. Jangan dipaksa,” katanya.

‎Lebih lanjut Jokowi mengatakan dalam menerapkan new normal juga harus dilakukan evaluasi setiap dua minggu sekali. Hal ini sangat penting karena bisa mengetahui penyebaran virus di daerah tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...