Kasus Suap Dana Hibah KONI, KPK Pastikan Jerat Pihak Lain

Selasa, 30 Juni 2020 22:14

Wakil Ketua KPK Lili Pantauli Soregar. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menindaklanjuti terkait pengembangan kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). KPK membuka peluang untuk menetapkan pihak-pihak lain sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Terkait pengembangan kasus kita akan rapat minggu depan untuk mendalami hal tersebut dengan rapat dengan seluruh penyidik, para direktur, deputi apakah kemdian informasi itu bisa dikembangan atau tidak,” kata Wakil Ketua KPK, Lili Pantauli Siregar di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/6).

Mantan Wakil Ketua LPSK ini menuturkan, pihaknya bakal mencermati kecukupan alat bukti dan keterangan saksi untuk melakukan pengembangan kasus tersebut. Teranyar, kasus itu menjerat mantan Menpora Imam Nahrawi yang divonis tujuh tahun penjara.

“lagi-lagi kita lihat apakah cukup alat bukti dan saksi dan kemudian apkh itu disebutkan dalam putusan,” tukas Lili.

Sebelumnya, Imam Nahrawi divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Imam diyakini menerima suap dan gratifikasi untuk memuluskan proses pencairan dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 18,1 miliar. Menurut Hakim, jika Imam Nahrawi tidak membayarkan uang pengganti dalam waktu satu bulan setelah berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Bagikan berita ini:
6
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar