Mardani Ali Sera: Pak Jokowi Justru yang Disebut Tidak Punya Sense of Crisis

Mardani Ali Sera. Foto; Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kalangan partai politik di koalisi pemerintah maupun di luar pemerintah angkat bicara terkait wacana reshuffle yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). PDI Perjuangan (PDIP), misalnya, menyebutkan bahwa kemarahan dan teguran Jokowi kepada jajaran Kabinet Indonesia Maju merupakan hal wajar.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, sejak awal Jokowi sudah mengingatkan pentingnya penanganan Covid-19.

Karena itu, kata Hasto, jajaran kabinet seharusnya memiliki sense of crisis dan berani mengambil tanggung jawab melalui kebijakan terobosan untuk membantu rakyat. ”Bahkan, keluarnya perppu menunjukkan adanya hal ihwal kegentingan yang memaksa,” ujar dia kemarin.

Terkait reshuffle kabinet, terang Hasto, itu merupakan hak prerogatif presiden. Menurut dia, reshuffle juga menjadi instrumen yang dipakai untuk melakukan evaluasi atas kinerja menteri.

PDIP berharap apa yang disampaikan presiden bisa makin memacu kinerja dan kekompakan seluruh jajaran kabinet serta seluruh lembaga negara yang berkaitan dengan fungsi perekonomian negara. ”Untuk secepatnya mencari solusi komprehensif dan efektif di dalam mempercepat gerak pertumbuhan perekonomian nasional,” tutur Hasto.

Wakil Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, tugas presiden ialah mengevaluasi kinerja para pembantunya. Jika ada yang tidak memuaskan, presidenlah yang berhak memberikan teguran dan peringatan. Presiden sudah menyebut akan melakukan tindakan, termasuk reshuffle. ”Berarti presiden sudah merasakan ada yang tidak beres dalam kabinetnya,” ulas dia.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...