Penanganan Covid-19 di Sulsel Habiskan Rp146 Miliar, Ini Penjelasan Gubernur

Ilustrasi COVID-19. Foto: diambil dari pixabay

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis realisasi anggaran untuk tiga kegiatan prioritas penanganan Covid-19.

Melalui Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah Akuntabilitas Percepatan Penanganan Covid-19 Se-Sulsel bersama jajaran Forkopimda Sulsel dan Koordinator dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK Wilayah VIII, Selasa, 30 Juni 2020 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel.

Dalam laporannya, Pemprov Sulsel menyiapkan anggaran penanganan Covid-19 senilai Rp500 Miliar. Jumlah ini difokuskan pada tiga kegiatan prioritas yakni penanganan kesehatan dan keselamatan dengan nilai realisasi Rp130 miliar lebih dari nilai anggaran yang disediakan Rp291,741 miliar.

Untuk penyediaan jaring pengaman sosial telah direalisasikan Rp 16, 301 miliar dari anggaran yang tersedia senilai Rp 24,801 miliar. Sedangkan Penanganan Dampak Sosial Ekonomi dengan alokasi anggaran tersedia Rp 183 miliar belum direalisasikan.

Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah, saat membuka kegiatan ini menegaskan, realokasi dan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 di Sulsel menerapkan prinsip akuntabilitas dengan pendampingan langsung dari Inspektorat dan Kejaksaan Tinggi. Pendampingan ini, kata Nurdin termasuk pada penyaluran berbagai bantuan yang masuk melalui Pemprov Sulsel.

"Sulsel walaupun refocusing Rp500 miliar, setengah saja belum terpakai, karena rasa gotong royong tinggi di Sulsel, saat ini ventilator ada 45 unit, yg digunakan baru dua, masih ada cadangan bantuan 5, tambah 2 lagi, ini semua betul-betul menggunakan pribsip akuntabilitas pendampingan dari inspektorat dan kejaksaan tinggi," terang Nurdin Abdullah.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...