Sisi Lain Pandemi Covid-19, Mewaspadai Dampak Penggunaan Deterjen Terhadap Kualitas Air

  • Bagikan

Bilamana pertumbuhan alga tidak terkendali (Eutrofikasi), maka tanaman tersebut akan menutupi permukaan perairan sehingga penetrasi sinar matahari ke dalam air berkurang. Dampak negatif selanjutnya tentu akan dirasakan oleh biota air, akibat efek eutrofikasi yang menghambat penetrasi sinar matahari dan menggangu sirkulasi oksigen. Hal demikian akan mengganggu proses fotosintesis yang menyebabkan defisit oksigen sehingga  menyebabkan kepunahan biota dalam air.

Di sisi lain fosfat yang mencemari perairan juga dapat menyebabkan booming fitoplankton (alga). Populasi alga yang tinggi dapat mempengaruhi turunnya populasi ikan di perairan. Hal tersebut diperparah akibat limbah cair yang mengandung detergen yang dibuang langsung ke lingkungan, sehingga dapat menaikkan pH air sehingga mengganggu organisme dalam air seperti ikan. Kisaran pH yang layak untuk kehidupan air tawar menurut kriteria EPA (1991) adalah 6,5-9,0.

Pada umumnya media air yang paling bersih untuk ikan adalah netral yaitu pada kisaran 7,0-8,0. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa keberadaan detergen dalam suatu badan air dapat merusak insang, organ pernafasan ikan, dan perkembangan gonad pada ikan. Kerusakan yang terjadi pada organ tersebut tergantung konsentrasi detergen yang mengkontaminasi air.  Kerusakan insang dan organ pernafasan ikan ini menyebabkan toleransi ikan terhadap badan air yang kandungan oksigen terlarutnya rendah menjadi menurun. Padahal keberadaan busa-busa di permukaan air diduga menyebabkan menurunnya oksigen terlarut dalam air.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan