Sisi Lain Pandemi Covid-19, Mewaspadai Dampak Penggunaan Deterjen Terhadap Kualitas Air

  • Bagikan

Dilema Penggunaan Detergen

Beberapa detergen biasanya menambahkan bahan antiseptik pada formulanya. Antiseptik diketahui mengganggu kehidupan mikroorganisme dalam air, bahkan pada kondisi tertentu dapat mematikan, dan sebagian lain detergen tidak dapat didegradasi oleh mikroorganisme yang tersedia dalam air. Salah satu Negara yang melarang peredaran sabun antiseptik adalah Amerika Serikat. Kandungan triklosan pada sabun antiseptik selain menyebabkan kulit kering, juga berpotensi menyebabkan kanker, mengganggu fungsi otot, serta mengganggu sistem endokrin yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh. Melihat potensi bahaya penggunaanya bagi lingkungan dan kesehatan, Amerika menekan perederannya guna memastikan pencemaran dapat dikendalikan.

Berbeda dengan di Indonesia, produk-produk dengan kandungan bahan tersebut sangat mudah dijumpai dan bahkan menjadi bagian dalam keseharian. Penjelasan diatas barangkali memang scientific, namun penulis ingin mengajak pembaca untuk masuk lebih dalam, bahwasanya memang terjadi dilema besar pagi pengelolaan lingkungan hidup yang baik, disatu sisi penggunaan diterjen memang diperlukan guna mencegah penyebaran virus COVID-19, namun dilain hal ternyata penggunaanya lebih masif dapat menyebabkan pencemaran air semakin meluas.

Pandemi COVID-19 memang mau tidak mau berdampak pada segala hal, dan dampak lanjutannya termasuk dalam pencemaran lingkungan yang justru dikarenakan cara-cara pencegahan yang berlebihan pada masyarakat. Hal demikian ini perlu pendekatan yang lebih bijak dalam menghadapi kondisi krisis semacam ini. Termasuk dalam hal bijak dalam menggunakan detergen sebagai sisi lain pencegahan COVID-19.  

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan