Soal Keberadaan Djoko Tjandra, Yasonna Sebut Pihaknya Tidak Mengetahui

Selasa, 30 Juni 2020 22:35

Menkumham Yasonna H. Laoly (HENDRA EKA/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly memastikan, pihaknya belum mengetahui keberadaan tersangka kasus korupsi hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra yang disebut tengah berada di Indonesia. Dia menyebut, Kemenkumham sama sekali tidak mengetahui keberadaan Djoko Tjandra.

“Di sistem kami tidak ada, saya tidak tahu bagaimana caranya, sampai sekarang tidak ada. Kemenkumham tidak tahu sama sekali (Joko Tjandra.) dimana,” kata Yasonna dalam keterangannya, Selasa (30/6).

“Makanya kemarin kan ada dibilang ditangkap, kita heran juga. Jadi kami sudah cek sistem kami semuanya, tidak ada,” sambungnya.

Yasonna meminta agar Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menyampaikan data-data kronologi status DPO Djoko Tjandra dari data yang dimiliki Imigrasi. Hal ini untuk mengetahui keberadaan buronan kasus korupsi tersebut.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang menyampaikan kronologi Djoko Tjandra, yang masuk daftar pencegahan dan DPO. Menurutnya, pada 24 April 2008 KPK meminta agar Djoko Tjandra dicegah keluar negeri selama enam bulan.

“Red notice dari Interpol atas nama Joko Soegiarto Tjandra pada 10 Juli 2009,” ujar Arvin.

Kemudian pada 29 Maret 2012, terdapat permintaan pencegahan ke luar negeri dari Kejaksaan Agung yang berlaku selama enam bulan. Selanjutnya, pada 12 Februari 2015 permintaan DPO dari Sektetaris NCB Interpol Indonesia terhadap Djoko Tjandra alias Joe Chan yang disebut telah berpindah kewarganegaraan menjadi Warga Negara Papua Nugini.

Bagikan berita ini:
5
7
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar