Tiga Menteri Rawan Direshuffle, Mentan Dinilai Masih Aman

Mentan SYL

Efek domino pandemi covid-19 seperti ke sektor ekonomi makin memperburuk kondisi. Sehingga isu reshuffle kabinet ini makin berhembus kuat. Bila dievaluasi memang sangat buruk tiga bulan terakhir.

"Pergantian kabinet memang tuntutan dan sesuai persepsi publik. Pandemi ini bukan untuk main-main. Harus segera dituntaskan," bebernya.

Penanganan pandemi ini butuh kerja cepat. Indonesia sangat tertinggal bahkan dibanding negara di Asia Tenggara terkait pengendalian covid-19. Malaysia, Singapura dan negara lain relatif cukup baik menangani krisis ini.

"Jika reshuffle dilakukan saat ini, sudah tepat. Akan mengembalikan kepercayaan publik terhadap Jokowi bila penggantian menterinya tepat," tuturnya.

SYL Dinilai Aman

Ali Armunanto menuturkan saat ini sektor pangan relatif masih aman sehingga posisi Mentan Syahrul Yasin Limpo dinilai tak terganggu. Kata dia, daya beli justru yang lemah. Stok pangan dan harga barang-barang masih aman.

"Pak Syahrul saya kira kerjanya masih cukup baik. Tidak ada gejolak besar di sektor pangan. Justru bahan pangan ada, uang untuk membelinya yang sudah kurang karena ekonomi sulit," bebernya. Sukri juga menyampaikan hal senada.

Sektor pangan sedikit tertolong karena minim gejolak inflasi. Selain itu, stok pangan juga cukup tersedia karena daya beli masyarakat menurun. Suplai beras, daging dan komoditas lain belum jadi keluhan masyarakat.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...