Wabah Corona Tembus 10 Juta Kasus, Kini Muncul Virus Baru Flu Babi

Selasa, 30 Juni 2020 22:05

ILUSTRASI. (int)

Pandemi flu babi terakhir yang dihadapi dunia pada 2009. Kala itu, wabah flu babi dimulai di Meksiko. Flu babi kala itu yang kemudian berubah menjadi flu Meksiko, tidak begitu mematikan seperti yang ditakutkan pada awalnya. Sebagian besar karena banyak orang yang lebih tua memiliki kekebalan terhadapnya. Bisa juga karena kemiripannya dengan virus flu lain yang telah ada sebelumnya. Virus yang disebut A/H1N1pdm09 sudah memiliki vaksin. Tentunya untuk memastikan masyarakat terlindungi.

Sementara itu, jenis flu babi baru yang telah diidentifikasi di Tiongkok memang mirip dengan flu babi yang mewabah pada 2009. Namun, terdapat beberapa perubahan baru. Sejauh ini, virus itu tidak menimbulkan ancaman besar meski berpotensi mewabah. Dalam artian, orang yang terinfeksi bisa melawannya dengan antibodi yang dimilikinya.

Meski begitu, Prof Kin-Chow Chang dan ilmuwan Tiongkok lain yang telah mempelajarinya, mengatakan virus itu salah satu yang harus diawasi. Pasalnya, virus tersebut memiliki sedikit perbedaan dengan flu babi pada 2009 sehingga disebut virus flu babi baru.

Virus yang oleh para peneliti disebut G4 EA H1N1, dapat tumbuh dan berkembang biak di sel-sel yang melapisi saluran udara dalam tubuh manusia. Para ilmuwan menemukan bukti infeksi pada orang yang bekerja di RPH dan industri babi di Tiongkok.

Vaksin flu saat ini disebut tidak melindungi dari virus flu babi baru. Hanya saja, vaksin saat ini bisa ditingkatkan jika diperlukan. Prof Kin-Chow Chang yang bekerja di Universitas Nottingham di Inggris, mengatakan kepada BBC, “Saat ini kita sedang fokus pada Coronavirus. Tetapi, kita tidak boleh melupakan virus baru yang berpotensi berbahaya. Kita seharusnya tidak mengabaikannya,” jelas Prof Kin-Chow Chang. (jpc)

Bagikan berita ini:
1
1
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar