Bripka M Rais, Polisi Peduli Pendidikan, Cegah Kriminalitas dengan Rumah Cerdas

Prajurit Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmada I melakukan penyerbuan saat Latihan Peperangan Laut Khusus 2020 di Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (30/6/2020). Kegiatan tersebut bagian dari Latihan Peperangan Laut Khusus 2020 sebagai upaya pembinaan kesiapsiagaan dan kemampuan pasukan untuk meningkatkan profesionalisme, keterampilan, dan kesiapan operasional Satuan Kopaska dalam menjaga keutuhan NKRI. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Warga di Kelurahan Masale beruntung. Daerahnya makin aman. Angka kriminalitas pun menurun.

Laporan: RUDIANSYAH

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Rumah Cerdas Bhabinkamtibmas nama sekolahnya. Lokasinya di Jalan Abdullah Daeng Sirua, Lorong VIII, RW04, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakukang, Makassar. Di sekolah ini, siapa saja boleh belajar. Tidak ada batasan usia. Apalagi harus mengeluarkan biaya. Semua itu tidak berlaku.

Nama Bhabinkamtibmas disematkan di sekolah ini dikarenakan dirintis Muhammad Rais. Bhabinkamtibmas Polsek Panakkukang di Kelurahan Masale. Lokasi rumah cerdas ini dahulunya sangat rawan. Angka kriminalitas cukup tinggi. Maklum, banyak warga kerap pesta minuman keras tradisional.

"Dahulu di wilayah ini sering terjadi perkelahian antarwarga. Pakai senjata tajam. Bawa parang. Itu karena, ada warga minum-minum ballo (miras lokal). Emosinya meletup-letup dan suka ribut," kenang Muhammad Rais.

Pria Kelahiran 2 November 1984 itu menuturkan, gangguan itu lanjutnya, sulit sekali terbendung. Meski banyak pelaku diproses hukum, selalu saja ada aksi balasan. Ujung-ujungnya, banyak yang harus keluar masuk jeruji.

"Dari sinilah saya berinisiatif membangun rumah cerdas. Tujuannya untuk mengatasi gangguan kamtibmas," paparnya. Awalnya ia hanya menginginkan semua anak dan orang bisa membaca dan menulis. Termasuk mahir membaca Al-Qur'an.

Siswa di sekolah non formal ini cukup ramai. Setiap harinya, diisi 20-25 orang anak. Rata-rata anak yang putus sekolah. Bahkan, orang tua anak yang buta huruf, juga ikut belajar. Semuanya berbaur. Makanya, Selasa sore, 30 Juni, Rais mengunjungi sekolah yang mulai dirintisnya Juni 2019.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...