Dokter dan Perawat Banyak Korban Covid-19, IDI Beber 3 Penyebab

ILUSTRASI. Petugas medis menunjukan sampel Covid-19 rapid test. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Para dokter dan perawat banyak berkorban nyawa, gugur bertempur di garda terdepan melawan Covid-19. Banyak orang bertanya, mengapa para tenaga medis tetap bisa tertular Covid-19, meski sudah memakai Alat Pelindung Diri (APD). Atau ada juga yang bertanya apakah para tenaga kesehatan kekurangan APD?

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr. Daeng M Faqih menjelaskan berbagai alasannya. Awalnya memang saat Covid-19 baru dinyatakan resmi di tanah air, para tenaga medis kekurangan APD. Namun itu semua sudah teratasi saat ini.

“Kasus-kasus di awal-awal itu banyak petugas kesehatan tertular. Rupanya di awal-awal kasus serentak banyak pasiennya, kami kaget karena banyak. RS menyediakan APD, tapi APD yang disediakan tak sebanding. Saat itu banyak kan yang dimodifikasi dari kantong plastik atau jas hujan. Itu berisiko. Enggak bisa 100 persen mencegah virus,” paparnya dalam konferensi pers virtual baru-baru ini.

“Tapi kan setelah pemerintah melalui Gugus Tugas memasok APD melalui Kemenkes itu akhirnya tertangani,” ungkapnya.

Alasan kedua, semula pengetahuan seputar Orang Tanpa Gejala (OTG) belum teridentifikasi secara baik. Banyaknya OTG membuat para tenaga medis tertular.

“Yang datang ke dokter, pasien tak mengeluh sakit terkait Covid-19. Enggak ada gejala. Misalnya dengan alat ukur suhu saja baik-baik saja. Padahal sebenernya dia OTG. Masyarakat tak mengetahui. Dokternya juga tak sadar. Itu yang membuat sering terjadi penularan,” katanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...