Jika Dipercaya Jadi Walikota, Ini yang Akan Dilakukan None

Irman Yasin Limpo

None mencoba menguak isi kepalanya. Ia memulainya dengan proses demokrasi ‘waras’. Memilih pesta kecil makan besar, dibanding pesta besar makan kecil.

Menurutnya, demokrasi yang baik bukan siapa yang heboh, bukan siapa yang punya uang. Tapi demokrasi yang ideal adalah demokrasi yang benar, prosesnya harus benar, metodologi dan manajemen pemenangannya harus baik karena di dalamnya ada uang rakyat, ada harapan orang banyak untuk calon pemimpinnya.

“Tidak boleh kita mengedepankan ego, karena kita memakai tempat duduknya rakyat, uang pajaknya rakyat apalagi nanti ditambah dana APD dan handsanitizer. Dengan dana sebanyak itu, kok kita bisa melakukannya dengan power orientasi saja. Harusnya value orientasi. Nilai itu di dalamnya adalah harus dipaksakan menjadi baik dan benar. Demokrasi kita harus melahirkan nilai edukasi yang tinggi,” urai None.

None melanjutkan, yang menguasai kebijakan publik adalah kolaborasi antara politisi dan birokrasi. Bayangkan jika value keduanya jelek, akan sangat mengerikan. Harusnya mereka ceck and balance karena sesungguhnya itulah demokrasi sehat supaya tidak ada power absolute.

Biasanya politik berpihaknya berdasarkan kelas ekonomi. Tidak mungkin UMKM membiayai politik. Masyarakat kecil akan menjadi objek. Yang jadi subjek adalah orang besar. Mediatornya adalah pejabat publik. “Ini yang saya tidak mau,” tegasnya.

“Misalnya saya terpilih karena cukongisasi. Cara cukongisasi itu tidak akan pernah sukses kecuali dia harus memeras orang banyak demi kepentingan pihak yang membiayai. Harusnya sebagai leader dia akan berdiri disemua kaki tidak berpihak dengan satu golongan,” sambungnya kemudian.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...