Jika Dipercaya Jadi Walikota, Ini yang Akan Dilakukan None

Irman Yasin Limpo

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel itu telah malang melintang di dunia birokrasi. Secara usia masih relatif muda, 12 tahun lagi dirinya harus pensiun sementara karirnya sebagai birokrat telah berada di puncak alias mentok.

Asam garam ruwetnya birokrasi telah ia selami. Makanya None tahu persis mana data bohong, mana data hasil copy paste, mana data hasil sadur yang biasanya disodorkan kepada pimpinan.

Pilwali Makassar adalah pertaruhan terakhirnya. None tak ingin bertahan terlalu lama di kursi empuk birokrasi. Cita-cita dan impiannya mensejahterakan kaum marjinal harus segera diwujudkan.

Terlalu banyak persoalan yang ia saksikan namun sulit untuk diselesaikan. None bertekad menjadi Walikota, akan merombak sistem yang keliru menjadi lurus.

“Saya harus melangkah lebih jauh. Kalau cuma ingin bangun infrastruktur tidak usah jadi walikota, cukup kepala dinas saja. Tapi untuk merubah sistem kita harus jadi leader. Ini menyangkut masa depan bangsa dan anak cucu kita ke depan,” kata None lugas.

None menegaskan jika rakyat mengizinkan dan Tuhan meridhoinya jadi walikota, pegawai kelurahan akan melayani masyarakat persis pegawai bank. Sistem pemerintahannya bukan lagi mengedepankan power tapi service (pelayanan).

“Pegawai kelurahan wajib pakai makeup, harum, ruangannya ber-AC, SDM nya dilatih berbicara menyapa setiap warga yang datang. Saya akan latih mereka senyum selama 6 menit setiap hari dalam seminggu. Kalau dia tidak senyum ke warga maka ada sanksinya. Tidak akan sulit,” katanya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...