Jika Dipercaya Jadi Walikota, Ini yang Akan Dilakukan None

Irman Yasin Limpo

None juga akan perbarui Perwali yang sifatnya teks, menjadi Perwali yang sifatnya mengatur perilaku atau adab berinteraksi. Misalnya buat perwali merubah perilaku guru yang melarang menggunakan telunjuk saat memerintah siswa, tapi menggunakan telapak tangan. Setiap guru, pegawai dan seluruh perangkat daerah dalam berucap dilarang menggunakan kata ‘kau’ tapi diganti dengan sebutan ‘ananda’ atau ‘adinda’.

Norma ini akan menjadi tonggak dasar pemerintahannya. Ada lagi, kata None yang tak kalah penting adalah Downsizing pemerintah. Ia ingin menurunkan kekuasaan sampai ke tingkat bawah. Semua lini baik itu ekonomi, sosial maupun politik, dan ketertiban. Dengan catatan pemerintahnya harus baik dan benar.

Setelah dilantik, tutur None, akan ada strukturisasi kewenangan. Jadi orientasi lurah atau camat bukan lagi power atau ingin disegani tapi pelayanan terhadap costumer (rakyat)

“Ke depan orang mengurus administrasi dan kependudukan itu tidak lebih dari radius 1,5 Km dari rumahnya. Tidak perlu mengurus KTP sampai ke Dukcapil. Buang waktu, tenaga dan ongkos. Saya akan kasih sunyi itu balaikota. Semua kekuasaan akan saya larikan ke bawah. Saya delegasikan tanda tanganku ke orang paling bawah, bisa itu lurah atau RT/RW. Mereka ini akan saya buat seperti layaknya walikota. Mereka raja kecil di wilayahnya masing-masing. Yang penting pelayanan terhadap masyarakat terpenuhi,” tuturnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...