KPK Sebut Imam Nahrawi Tak Kooperatif Selama Duduk Terdakwa

Terdakwa Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi saat menjalani sidang pembacaan kasus suap yang melilitnya (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tak kooperatif selama duduk sebagai terdakwa dalam sidang kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

KPK menyatakan ini untuk menanggapi tim kuasa hukum Imam Wa Ode Nur Zainab soal adanya aliran uang ke Kejaksaan Agung.

“Berdasarkan informasi JPU, selama persidangan Imam Nahrawi tidak kooperatif mengakui fakta adanya penerimaan sejumlah uang maupun pengetahuannya mengenai dugaan pihak-pihak lain, juga menerima sejumlah uang sebagaimana apa yang disampaikan penasihat hukumnya tersebut,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dikonfirmasi, Rabu (30/6).

Ali menuturkan, perkara yang menjerat Imam Nahrawi sudah sudah diputus dan dinyatakan bersalah berdasarkan adanya alat bukti yang cukup sejak awal penyidikan. Termasuk diantaranya soal sadapan tersebut.

“(Sadapan) justru merupakan petunjuk benar adanya penerimaan uang oleh terdakwa selaku Menpora saat itu,” ujar Ali.

Oleh karena itu, apabila Imam Nahrawi dan tim kuasa hukumnya tidak menerima putusan tujuh tahun penjara terhadap vonis hakim, KPK tak keberatan Imam menempuh langkah upaya hukum berupa banding.

“Jika saat ini tim penasihat hukum maupun terdakwa Imam Nahrawi mempunyai bukti-bukti yang sekarang akan diakuinya, silakan lapor ke KPK,” tegas Ali.

Dalam persidangan Imam Nahrawi pada Jumat (15/5), JPU menghadirkan saksi mantan Asisten Menpora, Miftahul Ulum. Saat itu, Ulum menyatakan ada aliran uang ke pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Komentar

Loading...