Kubu NH dan SYL Menyatu di Pilwalkot, Aru: Golkar Solid!


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Partai Golkar makin percaya diri di pilkada serentak di Sulsel. Regenerasi kembali jalan.

Pengamat Politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad menyebut ada yang unik dengan keputusan Golkar dalam pilkada serentak di Sulsel. Khususnya, usungan di Pilwalkot Makassar. Di mana, partai beringin rimbun itu mengusung Irman Yasin Limpo.

Menurutnya, usungan ini setidaknya memberi pembenaran bahwa tak ada yang abadi dalam politik. Mengapa? Sebab, sudah bukan rahasia umum lagi kalau selama ini kubu Nurdin Halid dan Syahrul Yasin Limpo kerap berhadap-hadapan dalam berbagai agenda politik.

Ambil contoh di Pilwalkot Makassar 2013. Saat itu, golkar pecah. Di mana, Ketua DPD I Golkar Sulsel dipimpin SYL, dan NH masih menjabat Ketua DPP Partai Golkar. Saat itu, Irman Yasin Limpo atau None berpasangan dengan Busrah Abdullah yang diusung PPP dan PAN.

Sedangkan Nurdin Halid, mendorong Supomo Guntur berpasangan dengan Kadir Halid. Kelompok SYL dan NH juga beda jalan di Pilgub 2018 lalu.

“Politik itu dinamis, tidak ada musuh atau kawan abadi. Kepentingan partai bisa mengalahkan semua. Termasuk pertentangan pribadi,” katanya.

Diakuinya, keputusan Golkar mengusung None karena Nurdin Halid mempersiapkan generasinya. Salah satunya adalah putra Nurdin Halid, A Zunnun. Awalnya, Zunnun diduetkan dengan Danny Pomanto, tetapi Danny memilih mengutamakan pilihan Nasdem dan meninggalkan Golkar.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar