Pengamat: Ada Skenario DP Sengaja Dirumitkan

Pengamat politik Unhas, Adi Suryadi Culla

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Keputusan Golkar bergabung dengan PAN mengusung Irman Yasin Limpo (None) di Pilwalkot Makassar diprediksi bisa mengubah peta politik. Moh Ramdhan Pomanto (Danny) berpotensi terkena imbasnya.

Kedekatan klan Yasin Limpo dengan Nasdem dianggap bisa menempatkan Danny di posisi yang tidak menguntungkan. Apalagi, sampai saat ini, baru usungan Nasdem yang dikantongi Danny. Jika Danny tidak mampu mencukupkan dukungan, maka Nasdem akan mengambil langkah realistis. Salah satunya berbelok arah mendukung None.

Penilaian ini disampaikan Pengamat Politik Unhas, Adi Suryadi Culla. Menurutnya, ada potensi Danny ditempatkan dalam posisi yang rumit hingga pada akhirnya terdepak dari persaingan.

Dukungan yang tidak memenuhi syarat minimal yakni 10 kursi di parlemen, kata Adi Culla, akan menjadi jalan Nasdem angkat kaki.

"Alasannya simple. Nasdem tidak akan jadi penonton saat Danny tak bisa mencukupkan dukungan partai. Ini skenario yang bisa terjadi," jelasnya.

Dosen Fisip Unhas ini pun menegaskan, ada banyak faktor yang bisa memperkuat skenario tersebut. Salah satunya, kedekatan secara emosional antara None dan Ketua DPP OKK Nasdem, Rusdi Masse. Lalu Syahrul Yasin Limpo, saat ini duduk di elite DPP Nasdem dan menjadi perwakilan partai besutan Surya Paloh tersebut di Kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Tidak ada musuh atau kawan abadi. Manuver dan skenario apapun bisa terjadi. Politik itu kepentingan, segala cara bisa dilakukan," ungkapnya menyikapi peluang None bertarung di Pilwalkot Makassar pasca Golkar merapat.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...