Tata Kelola Administrasi Asuransi Jiwasraya, Dirut Akui Buruk

Kantor Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJA,R.CO.ID,JAKARTA– Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko menyampaikan, tata kelola administrasi perusahaan pelat merah tidak terdokumentasi dengan baik. Bahkan, dia menyebut berbagai daftar transaksi investasi perusahaan yang dikelolanya sulit ditemukan.

“Saya tidak menemukan dokumentasi yang baik,” kata Hexana saat bersaksi untuk terdakwa kasus PT AJS, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (1/7).

Hexana yang menjabat sebagai Dirut PT AJS sejak 2018 sampai saat ini, sulit menemukan dokumentasi transaksi PT AJS. Dia menduga, kerugian yang dialami perusahaan pelat merah itu karena minimnya analisa investasi.

Dia menuturkan, seharusnya PT AJS menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dalam melakukan investasi. Sehingga tak sembarang melakukan investasi.

“Divisi investasi diusulkan ke direksi. Apabila direksi menyetujui, baru dilakukan investasi,” ucap Hexana.

Dalam perkara ini, enam terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan investasi saham PT AJS, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto, Direktur Utama PT Asuaransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan didakwa merugikan negara sebesar Rp16,8 triliun.

Atas perbuatannya, keenam terdakwa didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Pemberantasan Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Jo. Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Komentar

Loading...