Ada Spekulasi Oposisi akan Ditawari Jabatan, PKS Tegaskan Tetap di Luar

Foto Masa Lalu. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang kini memilih bergabung dengan Jokowi saat berbincang dengan Presiden PKS Sohibul Iman yang masih setia untuk oposisi. (dok JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Fathul Bari menegaskan, partainya tetap menjadi oposisi atau berada di luar pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Hal ini dikatakan Fathul setelah adanya spekulasi partai oposisi yang akan ditawari kabinet pasca Presiden Jokowi, mengancam reshuffle para menterinya karena dianggap kurang bisa bekerja di saat pandemi virus Korona atau Covid-19 ini.

‎”Semua pihak sudah tahu dan menghargai sikap PKS. Sesuai yang sudah disampaikan oleh Presiden PKS dalam Rakornas PKS bulan November 2019 yang lalu, melalui hasil keputusan Mejelis Syuro PKS, kami menegaskan bahwa hingga 2024, PKS akan tetap berada di luar pemerintahan Presiden Jokowi,” ujar Fathul kepada wartawan, Rabu (1/7).

Menurut Fathul, ada tiga alasan yang membuat partai berlogo bulan sabit kembar ini tetap berada di luar pemerintah. Pertama, sebagai partai politik, PKS memiliki kewajiban untuk menjaga logika demokrasi. Karena demokrasi di Indonesia bisa sehat apabila ada oposisi yang bertugas mengkontrol pemerintahan berjalan sesuai apa yang dicita-citakan.

“PKS ingin menjaga logika kepantasan demokrasi, terlebih pada awalnya hampir tidak ada partai lain yang menegaskan sebagai oposisi atau berada di luar pemerintah. Dengan sikap ini, justru PKS ingin menjadi bagian yang menyelamatkan demokrasi Indonesia,” katanya.

Komentar

Loading...