BUMN Mulai Jual Aset, Said Didu: Utang Periode Sebelumnya Mulai Terkuak

Ruas Tol Becakayu menjadi salah satu tol yang akan dijual PT Waskita Karya.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tengah pandemi Covid-19 mulai terseok-seok. Beberapa BUMN mulai menagih utang pemerintah, sebagian lagi malah menjual aset.

Salah satunya, PT Waskita Karya Tbk (persero) yang memiliki utang mencapai Rp89 triliun. Hal ini menjadi alasan melepas kepemilikan sejumlah saham atas ruas tol yang sudah dibangun dan dikelolanya.

Empat tol yang akan dilepas tahun ini yaitu Tol Becakayu, Tol Kanci-Pejagan, dan Tol Pejagan-Pemalang. Sedangkan satu lagi, Tol Cibitung-Tanjung Priok, akan dijual dengan mengurangi kepemilikan saham dari mayoritas menjadi minoritas.

Terkait kondisi BUMN tersebut, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu mengungkapkan dirinya sudah mengingatkan masalah utang tersebut sejak tahun 2019 lalu.

“Seperti analisis saya di 2019 bhw 2020 saat BUMN cuci piring. Tumpukan utang BUMN yg dibuat pada priode sebelumnya mulai terkuak,” tulisnya di akun Twitternya, Kamis (2/7/2020).

Dalam sepekan terakhir ini, utang pemerintah juga menjadi pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR RI dengan beberapa BUMN.

Meskipun belum semua BUMN melapor, tapi jumlah utang pemerintah ke BUMN ditaksir mencapai ratusan triliun rupiah.

Hingga saat ini, BUMN-BUMN yang sudah menagih utang mereka ialah PT PLN, PT Pertamina, PT Pupuk Indonesia, PT KAI, PT Jasa Marga, Perum Bulog dan PT Kimia Farma.(msn/fajar)

Komentar

Loading...