Ekspor Buncis Tetap Laris di Masa Pandemi

Kamis, 2 Juli 2020 17:27

FOTO: ISTIMEWA

“Sementara permintaan Evergreen minimal 100 kg per hari pun terkadang kami suplai kurang dari 100 kg,” kata Wawan.

Melihat peluang pasar yang ada, Juhara dan Wawan akan menguatkan kontinuitas produksinya. Kuncinya, kata dia, adalah kontinuitas produksi.

“Kami akan menguatkan sisi on farm sekaligus off farmnya dan rencananya ke depan dapat langsung menembus pasar ekspor tanpa menginduk ke pelaku bisnis lainnya,” sambung Wawan.

Mendukung usaha tersebut, Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Hortikultura melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bandung memberikan bantuan sarana pascapanen. Tak hanya itu, rencananya ke depan akan dibantu juga untuk sertifikasi benih buncisnya.

“Rencananya tahun depan akan dialokasikan anggaran untuk pendaftaran benih buncis ke BPSB sehingga nantinya bisa dilepas oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa)”, ujar Felly Kepala Seksi Produksi Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bandung saat mendampingi kunjungan lapang.

Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto sangat mengapresiasi kemampuan petani dalam menangkap dan memanfaatkan peluang pasar hortikultura. Menurutnya, hal ini sejalan dengan Gerakan Mendorong Produksi, Maningkatkan Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikuktura atau yang dikenal dengan “GEDOR Horti” yang tidak lain outputnya adalah peningkatan ekspor hortikuktura.

Hal ini sebagaimana arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. SYL yang meminta seluruh jajarannya untuk terus mendorong komoditas strategis hortikultura dan meningkatkan ekspor.

Komentar