Irwan Fecho: Sepertinya Para Menteri Kembali Harus Bersiap Dimarahi

Irwan Fecho saat rapat kerja dengan Menhub Budi Karya Sumadi Selasa (23/6). Foto: dok for jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan rasa kecewa pada para menterinya di kabinetnya. Mantan wali kota Solo itu pun mengancam akan melakukan reshuffle kabinetnya, bahkan bisa saja membubarkan lembaga.

‎Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Irwan menilai, sampai saat ini belum ada langkah strategis usai marah-marahnya Presiden Jokowi tersebut. Sebab belum ada terobosan yang dilakukan para menterinya untuk mengatasi dampak Covid-19 sampai saat ini.

“Sampai hari ini pasca Jokowi marah-marah di depan menterinya belum jelas langkah taktis dan strategis mengikutinya. Covid-19 terus berkembang dan kondisi ekonomi mengarah tumbang,” ujar Irwan kepada wartawan, Kamis (2/7).

Anggota Komisi V DPR ini menilai, sejak awal pemerintah terlalu ‘cuek’ dengan berbagai dan tidak memiliki sense of crisis yang kuat. Termasuk juga Presiden Jokowi yang tertihat meremehkan pandemi Covid-19.

Apalagi pemerintah yang terlalu optimistis dengan angka pertumbuhan ekonomi. Ketika angka pertumbuhan ekonomi terkontraksi hingga minus, Jokowi baru syok, kaget, dan marah-marah.

“Tentu fakta itu semakin menguat dan membuat publik makin khawatir dan yakin bahwa Presiden tidak berdaya dan bingung harus berbuat apa. Sepertinya para menteri kembali harus bersiap dimarahi atasan tertingginya,” katanya.

Oleh sebab itu Irwan berharap ke depanya ada langkah yang kongkrit dari pemerintah mengingat kondisi kesehatan, sosial, politik dan ekonomi justru terus memburuk.

Komentar

Loading...