Tuntutan Rendah Terdakwa Penyiraman Air Keras, Novel Dipanggil Komisi Kejaksaan

Penyidik senior KPK Novel Baswedan membantah tudingan warganet terkait video viral di media sosial mengenai penyerangan hingga matanya mengalami luka serius. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memenuhi panggilan Komisi Kejaksaan Agung (Komjak) terkait polemik tuntutan satu tahun pidana terhadap dua terdakwa pelaku penyiraman, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis. Pasalnya, Komjak menerima aduan masyarakat mengenai rendahnya tuntutan terhadap penyerang Novel.

“Hari ini Kamis (2/7) mas Novel Baswedan memenuhi undangan dari Komisi Kejaksaan RI,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dikonfirmasi, Kamis (2/7).

Ali menyampaikan, undangan tersebut untuk memberikan penjelasan terkait tindak lanjut adanya laporan masyarakat terkait penuntutan terhadap terdakwa pelaku penganiayaan Novel Baswedan. Novel akan didampingi tim kuasa hukum dan pihak dari KPK.

“Novel Baswedan akan di dampingi tim dari Biro Hukum KPK, pengurus wadai pegawai dan penasihat hukum,” ucap Ali.

Sebelumnya, Komisi Kejaksaan (Komjak) mengaku terus memantau dan mempelajari ada atau tidaknya pelanggaran dalam proses penuntutan perkara tersebut. Komjak mendalami adanya unsur pelanggaran dari prosez penuntutan tersebut.

“Untuk laporan resminya belum ada. Tapi KKRI (Komisi Kejaksaan RI) tetap melakukan pemantauan untuk mencermati, mempelajari ada atau tidaknya dugaan pelanggaran pada aspek kinerja, SOP, kode etik hingga peraturan perundang-undangan dalam proses penuntutan a quo,” kata anggota Komisi Kejaksaan, Ibnu Mazjah dikonfirmasi, Minggu (14/6).

Komisi Kejaksaan memahami kegelisahan dan emosi masyarakat mengenai ringannya tuntutan terhadap dua terdakwa peneror Novel Baswedan. Terlebih, Novel merupakan aparat penegak hukum yang melaksanakan kinerja memberantas korupsi.

Komentar

Loading...