Covid-19 Gelombang II, WHO Sarankan Negara Berlakukan Lockdown

Direktur Jenderal WHO dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa tiga vaksin virus Korona telah masuk dalam tahap uji coba (FABRICE COFFRINI / AFP)

FAJAR.CO.ID, SWISS — Beberapa negara memperlihatkan potret pertambahan kasus Covid-19 secara signifikan setelah sudah membuka lockdown. Misalnya saja Tiongkok, India, dan sejumlah negara di Eropa mencatat lonjakan kasus baru virus corona setelah berhasil menurunkan angka kasus dan membuka kuncian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun meminta agar sejumlah negara membatasi kegiatan atau memberlakukan lockdown lagi untuk mencegah penyebaran virus.

“Negara-negara seperti Spanyol dan Italia sudah berhasil mengusir wabah dengan strategi kesehatan masyarakat yang komprehensif dan memobilisasi publik,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dilansir dari CNBC, Jumat (3/7).

Menurutnya secara global, pandemi ini masih meningkat. Dia menambahkan bahwa selama seminggu terakhir, lebih dari 160 ribu infeksi Coronavirus telah dikonfirmasi di seluruh dunia setiap hari. Virus ini sekarang telah menginfeksi lebih dari 10,5 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan sedikitnya 512.331 orang, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

“Tidak ada solusi lain. Negara-negara harus meningkatkan pengucian, membangun infrastruktur penelusuran kontak, mendorong masyarakat untuk memakai topeng dan mempraktikkan jarak fisik, dan terus meneliti obat-obatan dan vaksin,” tegas Tedros.

“Beberapa negara mungkin belum berkomitmen penuh untuk mengatasi wabah. Namun, kami khawatir beberapa negara belum menggunakan semua alat yang mereka miliki. Negara-negara seperti ini menghadapi jalan panjang dan terjal di depan. Tidak pernah ada kata terlambat,” paparnya.

Komentar

Loading...