Dana Insentif Nakes Tak Kunjung Cair, Hamka B Kady Desak Pemerintah Sederhanakan Regulasi

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Anggota Tim Pengawas (Timwas) Pelaksanaan Penanganan Bencana Pandemi Covid-19 DPR RI, Hamka Baco Kady, menyoroti dana insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang hingga hari ini belum terealisasi.

Hal tersebut menjadi tanggung jawabnya dalam pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang jumlahnya mencapai Rp 87,55 Trilliun untuk penanganan Bencana Pandemi Covid-19 di sektor Kesehatan.

Hamka B Kady secara khusus menggelar pertemuan dengan manajemen Rumah Sakit Labuang Baji Makassar, Jumat (3/7/2020). Dalam pertemuan yang dihadiri Direktur Utama RSLB, dr Mappatoba, beserta tim medis terungkap sejumlah keluh kesah dari pihak rumah sakit rujukan nasional itu.

Salah satunya terkait insentif nakes, pengajuan klaim jaminan kesehatan, serta kelengkapan peralatan medis sesuai standar penanganan Covid-19.

Hamka B Kady menegaskan pada dasarnya, semua tenaga kesehatan di seluruh Indonesia tidak pernah mempersoalkan terkait dana insentif tersebut. Ada atau tidak adanya insentif, dokter tetap akan bekerja profesional tanpa pamrih sesuai dengan sumpahnya.

"Hanya saja, pernah dijanjikan oleh pemerintah. Garis besarnya adalah bukan petugas medis yang meminta karena mereka tetap akan melakukan tugasnya ada atau tidak adanya insentif itu. Insentif adalah persoalan motivasi," papar Hamka B Kady.

Persoalannya adalah dalam prosesnya ada hambatan karena terjadi misinterpretasi antara pemerintah dan rumah sakit terhadap yang didefinisikan sebagai front liner covid-19.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...