Dana Insentif Nakes Tak Kunjung Cair, Hamka B Kady Desak Pemerintah Sederhanakan Regulasi

Jumat, 3 Juli 2020 19:25

FOTO: ISTIMEWA

Di sisi lain, di setiap rumah sakit ada tim Covid. Sedangkan yang didefinisikan pemerintah hanya tenaga medis tertentu saja. Sehingga timbul perbedaan pemahaman. Oleh karenanya ia mendesak pemerintah untuk menyederhanakan regulasi sehingga hak paramedis bisa terealisasi.

“Dengan adanya misinterpretasi itu sehingga anggaran mengambang. Kasihan mereka punya hak tidak dikasih,” tegasnya.

Selain itu, Hamka B Kady juga fokus pada upaya menurunkan angka kematian Covid. Salah satu solusinya dengan melengkapi alat-alat kesehatan seperti Rapid dan PCR serta kesiapan ruangan isolasi di rumah sakit.

“Saya menyarankan dedikasi tinggi tenaga medis namun juga pemerintah menyiapkan peralatan yang diperlukan,” tukas Anggota Komisi V DPR itu.

Sementara itu, Dirut RSLB dr. Mappatoba berharap pertemuannya dengan Anggota Timwas Pelaksanaan Penanganan Bencana Pandemi Covid-19 DPR berharap bisa dibantu terkait pencairan insentif, klaim, dan menambah peralatan medis yang menjadi standar penanganan Covid-19.

Menurutnya, proses pengajuan insentif dan klaim itu melalui Kementerian Kesehatan yang perpanjangan tangannya oleh Dinas Kesehatan Provinsi terjadi perbedaan presepsi terkait pengajuan tersebut.

“Bagi kami tidak ada masalah. Apapun yang pemerintah inginkan kita akan beradaptasi sesuai ketentuan yang ada. Misalnya yang berhak menerima insentif adalah tenaga medis yang melayani langsung, sedangkan yang terjadi di rumah sakit kan tidak begitu. Jadinya yang menerima insentif itu hanya dokter, perawat dan petugas laboratorium. Sedangkan di situ juga ada petugas sanitasi lingkungan, petugas laundry, petugas gizi yang setiap hari masuk ke ruangan yang bervirus itu,” urai dr Mappatoba.

Bagikan berita ini:
3
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar