Grab Didenda Rp29,5 M, Hotman Paris Khawatirkan Hal Ini Terjadi

Hotman Paris Hutapea-- istimewa

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Kuasa Hukum PT Grab Teknologi Indonesia (Grab) Hotman Paris Hutapea menilai Komisi Pengawasan Persiangan Usaha (KPPU) menghukum kliennya membayar denda Rp 29,5 miliar karena dinyatakan bersalah melanggar prinsip persaingan usaha sangat tidak sesuai dengan fakta hukum persidangan.

Putusan tersebut kata Hotman akan menimbulkan pertanyaan besar terhadap citra iklim usaha di Indonesia di mata Internasional.

“Di saat Presiden Joko Widodo sedang bekerja keras untuk membujuk investor asing agar berinvestasi di Indonesia, KPPU justru menghukum investor asing (Grab dan TPI) yang telah menanamkan modal besar di Indonesia,” tutur Hotman melalui media sosialnya, Jumat (3/7/2020).

Hotman menyatakan seluruh koperasi mitra Grab yang merupakan pesaing dari TPI telah disumpah di hadapan persidangan bahwa mereka tidak pernah merasa terdiskriminasi dengan kehadiran TPI.

“Namun, KPPU tetap memutuskan bahwa Grab telah melakukan diskriminasi terhadap koperasi-koperasi tersebut padahal putusan tersebut tidak sesuai dengan temuan fakta hukum di persidangan,” tegasnya.

Dengan jatuhnya denda tersebut, Hotman memohon perhatian Jokowi terhadapat Lembaga KPPU. Dikhawatirkan investor asing akan kehilangan minat menanamkan modalnya di Indonesia apabila masih terdapat lembaga yang menghukum investor asing tanpa dasar pertimbangan hukum yang jelas.

Putusan yang dibacakan oleh majelis komisi yang terdiri dari Dinni Melanie sebagai ketua didampingi Guntur Saragih dan Afif Hasbullah menilai PT Solusi Transportasi Indonesia atau Grab Indonesia dan mitranya, PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) bersalah melanggar Pasal 14 dan 19 ayat (4) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persiangan Usaha Tidak Sehat.

Komentar

Loading...