IDI Makassar: Legislator yang Ambil Jenazah Covid-19 Mesti Diusut dan Disanksi

dr Wachyudi Muchsin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Makassar menyayangkan adanya anggota DPRD Kota Makassar yang menjadi penjamin pengambilan jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya beberapa waktu lalu.

Buntut pengambilan jenazah yang dinyatakan positif covid-19 tersebut, adalah dicopotnya Direktur Utama (Dirut) RSUD Daya oleh Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.

Humas IDI Makassar, dr Wachyudi Muchsin menilai apa yang dilakukan anggota dewan itu sebagai kesalahan fatal. Polisi harus segera mengusut itu.

“Tidak seorang pun yang punya kekuasaan dan berhak untuk itu (mengambil jenazah). Semua ada protap. Jika pasien dinyatakan positif maka harus dimakamkan dengan protap covid,” ujar dr Koboi, sapaan akrabnya, Jumat (3/7/2020).

Menurutnya, anggota dewan tersebut harus diberi sanksi. Karena atas perbuatannya, selain tidak mematuhi protap yang ada, juga tidak memberi contoh positif ke masyarakat sebagai wakil rakyat.

“Dirut RS pada waktu itu tidak ada, dan penjaminnya adalah anggota DPRD. Walaupun itu kesalahan administrasi, namun anggota DPRD juga harusnya kena sanksi. Dia menyalahi aturan, kami minta orang seperti ini ditertibkan.” ucapnya.

“Bukan hanya Direkturnya. Karena ini memberi kesan buruk kepada masyarakat,” katanya, melanjutkan.

Dia berharap, kejadian serupa tidak terulang lagi. Mengingat dampak yang ditimbulkan bisa merugikan orang banyak.

Komentar

Loading...