IDI Makassar: Legislator yang Ambil Jenazah Covid-19 Mesti Diusut dan Disanksi

Jumat, 3 Juli 2020 17:37

dr Wachyudi Muchsin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Makassar menyayangkan adanya anggota DPRD Kota Makassar yang menjadi penjamin pengambilan jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya beberapa waktu lalu.

Buntut pengambilan jenazah yang dinyatakan positif covid-19 tersebut, adalah dicopotnya Direktur Utama (Dirut) RSUD Daya oleh Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.

Humas IDI Makassar, dr Wachyudi Muchsin menilai apa yang dilakukan anggota dewan itu sebagai kesalahan fatal. Polisi harus segera mengusut itu.

“Tidak seorang pun yang punya kekuasaan dan berhak untuk itu (mengambil jenazah). Semua ada protap. Jika pasien dinyatakan positif maka harus dimakamkan dengan protap covid,” ujar dr Koboi, sapaan akrabnya, Jumat (3/7/2020).

Menurutnya, anggota dewan tersebut harus diberi sanksi. Karena atas perbuatannya, selain tidak mematuhi protap yang ada, juga tidak memberi contoh positif ke masyarakat sebagai wakil rakyat.

“Dirut RS pada waktu itu tidak ada, dan penjaminnya adalah anggota DPRD. Walaupun itu kesalahan administrasi, namun anggota DPRD juga harusnya kena sanksi. Dia menyalahi aturan, kami minta orang seperti ini ditertibkan.” ucapnya.

“Bukan hanya Direkturnya. Karena ini memberi kesan buruk kepada masyarakat,” katanya, melanjutkan.

Dia berharap, kejadian serupa tidak terulang lagi. Mengingat dampak yang ditimbulkan bisa merugikan orang banyak.

“Jangan sampai menjadi bencana karena kekonyolan, apalagi dia positif. Bagaimana dengan orang-orang yang cium dan menangis,” sesalnya.

Kejadian ini, kata Yudi, harus menjadi perhatian semua pihak. Di tengah usaha pemerintah dalam menurunkan kurva covid, jangan ada lagi pihak yang justru membuat kasus semakin tinggi.

“Harusnya ini menjadi perhatian di masa pandemi mengikuti imbauan pemerintah. Jangan buat aturan baru. Harusnya ini menjadi perhatian semua pihak, ikuti prosedur yang dibuat pemerintah,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Ibrahim Tompo menegaskan pihaknya akan mendalami kasus pelanggaran Covid-19 tersebut.

“Pengambilan jenazah di RSUD Daya saat ini proses sidiknya sedang berjalan di Polrestabes dan sudah ada beberapa yang diperiksa,” kata Ibrahim kepada wartawan, kemarin.

Ibrahim menilai, permasahan tentang pelanggaran protokol Covid-19 adalah hal prioritas. Ia menyebut, pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait orang-orang yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Nanti kita akan proses, semua sama (di hadapan hukum), apalagi terkait dengan keselamatan banyak orang,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya tengah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mendalami kasus tersebut. “Sejak kemarin baru dua saksi yang diperiksa,” pungkasnya. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
6
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar