Marahnya Jokowi Dinilai Elite Gerindra Bukan Ancaman

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah memerintahkan agar kementerian dan lembaga bisa mengelontorkan aggaran belanjanya di saat pandemi virus Korona atau Covid-19 ini. (Youtube Seskab)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluapkan kemarahannya kepada jajaran menterinya. Mantan wali kota Solo itu bahkan mengancam akan melakukan perombakan atau reshuffle kabinet, karena upaya penanganan Covid-19 masih jauh dari ekspestasi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan yang dilakukan Presiden Jokowi bukanlah mengancam. Melainkan, sikap ketegasan dari seorang kepala negara terhadap anak buahnya.

“Jadi sebenarnya Pak Presiden itu bukan ancam mengancam. Karena reshuffle itu tergantung hak prerogatif Presiden setelah Pak Presiden mengevaluasi kinerja para menteri,” ujar Dasco di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (3/7).

Dasco menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang menginginkan para pembantunya bekerja semaksimal mungkin dalam penanganan Covid-19 atau virus Korona di dalam negeri.

“Saya lihat Pak Presiden Jokowi lebih pada bersikap tegas dan ingin dana Covid-19 bisa s‎egera tersalurkan dan memenuhi tepat sasaran. Sikap tegas yang diajukan Presiden patut kita apresiasi,” katanya.

Mengenai ada dua menteri‎ dari Gerindra yang menjabat di pemerintahan Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan dan Edhy Prabowo yang menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan.‎ Dasco mengatakan dua menteri dari Gerindra tersebut sudah bekerja maksimal.

Jikalau adanya reshuffle kabinet. Maka diserahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi. Hal itu lantaran Presiden Jokowi memiliki penilaian tersendiri terhadap kinerja para anak buahnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...