Menangkal dan Mengatasi Serangan Ransomware

Ilustrasi serangan ransomware yang meminta tebusan kepada korbannya. (BrightlineTechnologies)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA-- Sudah lebih dari tiga tahun setelah insiden ransomware Wannacry mengguncang dunia, namun akibat yang ditimbulkan masih teringat dengan sangat jelas berupa kerugian besar finansial hanya dengan mencuri data penting perusahaan. Eksistensi ancaman tersebut nyatanya masih ada, karena bulan ini, operasi raksasa automobile dihentikan di beberapa bagian dunia setelah kesuksesan serangan yang dilakukan oleh ransomware yang dijuluki SNAKE (juga dikenal sebagai EKANS).

Statistik terbaru perusahaan riset dan keamanan siber Kaspersky untuk usaha kecil dan menengah di Asia Tenggara (SEA) juga menunjukkan kisah yang sama. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, solusi perusahaan keamanan siber global telah memblokir sebanyak 269.204 upaya ransomware terhadap bisnis (dengan skala 20-250 karyawan) di kawasan tersebut.

“Kita dapat mengatakan bahwa secara global, ransomware telah mencapai puncaknya bertahun-tahun yang lalu. Secara bertahap jumlahnya memang berkurang, namun dengan cepat menjadi bisnis-sentris,” ucap Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky melalui pemaparan tertulisnya kepada JawaPos.com.

Dia melanjutkan, berdasarkan penelitian terbaru mereka, satu dari tiga serangan ransomware kini menargetkan pengguna bisnis. Jadi, walaupun jumlah total upaya ransomware yang terdeteksi di wilayah Asia Tenggara merupakan 69 persen lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, namun risiko bisnis usaha kecil dan menengah kehilangan data serta uang mereka karena ancaman ini masih ada.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...