Nur: Masa Anak Sopir Jak Lingko Dapat Prioritas Khusus, Anak Guru Enggak

Anies Baswedan (JAWAPOS.COM)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sebagian guru honorer dan tenaga kependidikan di DKI Jakarta gundah gulana. Pasalnya, anak-anak mereka belum mendapatkan sekolah negeri lantaran tersingkir oleh sistem pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di daerah yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan ini.

“Sedih banget deh, anak saya sampai sekarang belum mendapatkan sekolah. Lewat jalur zonasi enggak tembus karena usia terlalu muda. Jalur prestasi enggak tembus juga karena akreditasi sekolah kalah dengan sekolah lain,” keluh Nur, guru salah satu SD negeri kepada JPNN.com (grup fajar.co.id), Jumat (3/7).

Dia menyebutkan, ada banyak anak guru honorer dan tenaga kependidikan yang harap-harap cemas lantaran belum mendapatkan sekolah negeri.

“Saya sih berharap anak saya bisa masuk ke sekolah negeri karena kondisi saat ini ekonomi juga lagi susah. Kalau masuk swasta kan butuh biaya apa lagi saya cari nafkah sendiri. Tahulah berapa gaji guru honorer di Jakarta. Anak yang besar juga kuliah,” tuturnya.

Nur mengaku mendengar keluhan dari teman-temannya baik sesama guru maupun tenaga kependidikan yang tahun ini anaknya mau sekolah.

Mereka juga pusing anaknya tidak bisa masuk. Kebanyakan dari mereka guru SD yang anaknya mau masuk ke SMP.

Sayangnya jalur untuk guru yang kuotanya lima persen tidak bisa dimanfaatkan. Baca Juga: Ribut-ribut PPDB 2020 dan Reshuffle Kabinet, Ternyata Mas Menteri sedang di Luar Negeri Sebab, jalur guru itu khusus yang orang tuanya mengajar di sekolah SMP atau SMA. Padahal kuota tersebut belum terpenuhi.

Komentar

Loading...