Penjamin Jenazah Covid-19 Memungkinkan Jadi Tersangka

Kombes Pol Yudhiawan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kasus pengambilan paksa jenazah positif Covid-19 di RSUD Daya jadi sorotan di aparat kepolisian. Salah satu anggota dewan, justru menjamin dirinya dalam peristiwa itu.

Penyidik Sat Reskrim Polrestabes Makassar pun telah memanggil dan memeriksa legislator tersebut. Termasuk saksi-saksi terkait dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu, (27/6/2020) lalu.

Kasus ini pun telah masuk dalam tahap penyidikan, untuk menentukan tersangka dalam kasus itu. Apalagi menjaminkan dirinya dalam aksi ambil paksa jenazah Covid-19.

"Sudah sidik. Sudah ada unsur pidananya karena mengambil (jenazah). Kita ini lagi pandemi. Juga sudah ada bukti pernyataan dari yang bersangkutan (anggota dewan) pakai surat," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan, Jumat (3/7/2020).

Anggota DPRD yang menjaminkan dirinya itu adalah Andi Hadi Baso Ibrahim. Anggota DPRD Kota Makassar dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selain itu, penyidik juga bakal memanggil eks Direktur RSUD Daya, dr Ardun Sani yang sebelumnya dicopot oleh Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, karena dianggap membiarkan jenazah Covid-19 dibawa kabur oleh keluarganya.

Namun, semua itu masih dalam penyidikan polisi sebelum menetapkan tersangka.

"Nanti tinggal gelar perkara penentuan tersangkanya. Saya belum dapat laporan dari Kasat Reskrim tapi minggu ini kita kebut," tambah Yudhiawan.

Diketahui, jenazah yang meninggal itu merupakan warga beralamat di Kompleks Taman Sudiang Indah. Almarhum masuk ke RSUD Daya pada Sabtu (27/6/2020) pagi dengan gejala sesak napas hingga meninggal dunia.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...