PSBB Transisi Gubernur Anies Dianggap Basa Basi, Ferdinand: Cobalah Serius Kerja Jangan Omdo!


FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di DKI Jakarta memasuki tahap jilid II. Segala aturan pada PSBB Transisi tahap pertama kembali dilanjutkan salah satunya pembatasan kapasitas angkut kendaraan umum maupun pribadi. Kebijakan tersebut dilanjutkan 14 hari terhitung mulai 3 hingga 16 Juli 2020.

Hal ini mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif, pengendalian kapasitas angkut bagi penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan/atau barang dilakukan melalui penerapan batas kapasitas angkut.

Namun banyak pihak yang pesimis dengan tegaknya aturan tersebut. Faktanya area publik kembali ramai, transportasi umum membludak penumpangnya seiring aktivitas perkantoran yang dibuka kembali, belum lagi jika merujuk pada volume kendaraan di jalan raya yang mendekati angka rata-rata normal sebelum PSBB.

Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean menyentil kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Anies Baswedan. Ferdinand menilai aturan tersebut hanya di atas kertas dan basa basi belaka. Fakta di lapangan berbanding terbalik 180 derajat.

“Ini cuma di atas kertas dan di atas podium, di depan microfon. Fakta dilapangan berbeda, warga Jakarta bebas sebebasnya, berkerumun di mana saja, pasar, tempat wisata, jalan raya, angkutan umum bahkan Bakaikota tempat bekerjanya ASN DKI Jakarta,” cuit Ferdinand di laman Twitternya, Kamis (2/7/2020).

Komentar

Loading...