Puluhan Tahun Sengketa, Lahan Garapan Terkendala Pelepasan Aset


FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Sengketa lahan di PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV Keera dan masyarakat setempat kembali bergulir. Persoalan yang berlarut puluhan tahun ini terkendala pelepasan dari aset negara.

Hal itu kembali diaspirasikan sejumlah pemuda Kecamatan Keera di Gedung DPRD Wajo, Kamis, 2 Juli. Perwakilan pemuda, Herianto Ardi mengaku, sampai sekarang masyarakat dihalangi untuk menggarap lahan seluas1.934 hektare (ha).

“Masuk dikawasan PT. PTPN saja warga di periksa. Tidak dibiarkan masuk ke dalam, sangat ketat,” ujarnya.

Padahal, kata Alumnus Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersiap menyerahkan lahan itu, setelah bertemu Bupati Wajo Amran Mahmud pada Oktober 2019 lalu.

“Tetapi dilapangan PT. PTPN XIV Keera tidak ingin menunjukkan lokasi atau titik koordinat 1.934 Ha ini. Warga cuma mengelola, itupun jangka pendek,” tegasnya.

Sementara, Kasi Pengadaan Tanah BPN Wajo, Andi Akhyar Anwar mengaku, belum bisa melakukan kegiatan apapun, sebelum ada pelepasan aset dari Kementerian BUMN atau Kementerian Keuangan.

“Kami tidak ada masalah. Kalau sudah ada surat pelepasan itu. Kami bisa melakukan kegiatan legilisasi aset di lokasi. Mencari titik lahan yang dimaksud” tuturnya.

Sementara, Tim Penyelesaian Sengketa Pemda Wajo, Andi Pameneri segera melaporkan hal ini dengan bupati Wajo, terkait langkah yang akan ditempuh mengurus pelepasan aset itu.

Komentar

Loading...