Rapid Test Mahal, Sopir Truk Minta Digratiskan

Ilustrasi sopir truk. (dokumen JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,SURABAYA– Para sopir truk mengeluh mahalnya biaya rapid test yang mesti ditanggung sendiri. Padahal rapid test yang hanya berumur dua minggu itu dibutuhkan untuk mendukung akitivitas para sopir itu.

Rudi dari Serikat Sopir Angkutan Trailer Indonesia yang berpusat di Tanjung Perak Surabaya menyatakan, keberatan dengan aturan harus mengantongi hasil rapid test negatif sebelum bekerja. Sebab, hal tersebut sangat memberatkan.

”Perusahaan mewajibkan untuk mengantongi hasil rapid test negatif. Untuk rapid test butuh biaya Rp 300 ribu – Rp 400 ribu untuk 1 kali tes. Belum lagi masa berlaku rapid test cuma 2 Minggu. Artinya sebulan harus mengeluarkan uang sekitar Rp 800 ribu cuma untuk tes,” keluh Rudi.

Rudi dan rekan-rekan sesama sopir berharap agar Pemprov Jatim punya solusi untuk mereka. ”Kami minta Pemprov Jatim menggratiskan biaya rapid test,” ujar Rudi saat menyampaikan aspirasi bersama ratusan sopir lainnya di depan gedung Grahadi di Surabaya pada Jumat (3/7).

Hal senada disampaikan Bonjour Lalijiwo, koordinator lapangan Surabaya dari Serikat Pengemudi Truk Nusantara. Menurut dia, para sopir mengeluh karena pendapatan yang sudah berkurang namun masih tetap dibebani untuk rapid test mandiri. Pihaknya juga menyayangkan tidak adanya respons dari perusahaan untuk rapid test masal gratis.

”Saya pernah harus kembali dari Ketapang karena nggak punya (surat rapid test). Sebenarnya bisa langsung ikut rapid test di depan pelabuhan. Tapi mahal banget. Sampai Rp 1,5 juta,” ujar Bonjour Lalijiwo.

Komentar

Loading...