Satgas Waspada Investasi Tindaki 105 Fintech Ilegal

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Satgas Waspada Investasi berhasil menemukan 105 fintech peer to peer lending ilegal kemudian melakukan penindakan. Fintech tersebut menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan pesan singkat di telepon genggam.

105 fintech peer to peer lending ilegal itu diketahui tidak terdaftar dan tidak berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Maraknya fintech peer to peer lending ilegal disinyalir sengaja dilakukan untuk memanfaatkan kondisi melemahnya perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Mereka mengincar masyarakat yang saat ini kesulitan ekonomi dan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok atau konsumsinya,” ucap Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing, dalam jumpa pers virtual bersama pihak Bareskrim Polri, Jumat (3/7/2020).

“Padahal, pinjaman fintech ilegal ini sangat merugikan masyarakat, karena mengenakan bunga yang tinggi, jangka waktu pinjaman pendek dan mereka selalu meminta untuk mengakses semua data kontak di handphone. Ini sangat berbahaya, karena data ini, bisa disebarkan dan digunakan untuk mengintimidasi saat penagihan,” lanjut Tongam.

Selain kegiatan fintech peer to peer lending ilegal, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan 99 kegiatan usaha. Mereka diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

Tongam mengatakan dari 99 entitas tersebut di antaranya melakukan 87 Perdagangan Berjangka/Forex Ilegal, penjualan langsung (Direct Selling) Ilegal, investasi cryptocurrency ilegal, investasi uang, dan lainnya.

Komentar

Loading...