Soal Banyak Polri dan TNI di BUMN, Ternyata Erick Thohir Terapkan Strategi Ini

Menteri BUMN Erick Thohir berbincang dengan mantan Menteri BUMN Rini Soemarno disela serah terima jabatan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Erick Thohir secara resmi menggantikan Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pengamat Pusat Studi BUMN dari FEB Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar, Mursalim Nohong mendukung langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang menggunakan strategi talent pool (sekelompok orang bertalenta unggul). Hal ini agar bisa didapat jajaran direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mumupuni dan handal.

Mursalim berpendapat, bahwa penempatan seseorang di BUMN sudah tepat karena sesuai kapabilitas, profesionalitas, dalam mendukung bisnis di masa depan. Selain itu, soal mekanisme dan ketentuan sendiri yang sudah di atur oleh Kementerian BUMN.

“Saya kira di BUMN sendirikan punya mekanisme dalam penentuan komisaris dan direksi, kita ini tidak tahu bahwa sebelum muncul di media,” ujar Mursalim kepada wartawan, Jumat (/7).

Mursalim menambahkan, penunjukan sejumlah komisaris oleh Erick Thohir sebagai konsekuensi keberadaan pemerintah sebagai pemilik modal. Sebagai pemilik modal atau pemegang saham pemerintah tentu berkepentingan untuk menempatkan orang-orangnya pada posisi komisaris dengan tugas utamanya mengawasi Direksi dalam menjalankan kepengurusan Persero serta memberikan nasihat kepada Direksi.

“Kalau misalnya memang ada pelanggaran itu tentukan artinya dalam konteks ada sesuatu yang bertentangan dengan ketentuan, paling tidak kan Ombudsman juga pasti bertindak lebih jauh, nah kalau misalnya Ombudsman-nya tidak bertindak berartikan dia melakukan pembiaran,” katanya.

Akademisi FEB Unhas itu juga menjelaskan tantangan dari orang-orang yang sudah terpilih menempati jabatan yang diamanahkan ialah membuktikan kinerjanya secara maksimal.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar