Waspada Fintech Ilegal di Tengah Pandemi, Polri Catat Sudah Ada 694 Perusahaan

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Anggota Direktorat Siber Polri yang juga masuk dalam Satgas Waspada Investasi, Kompol Silvester Simamora, menyebutkan, hingga Juni 2020, sebanyak 694 identitas perusahaan fintech ilegal beredar di tengah pandemi virus corona.

Menurutnya modus yang digunakan, masih sama dengan modus lama yaitu dengan memberikan iming-iming keuntungan yang lebih besar tanpa resiko.

“Misalnya di bank memberikan bunga 6 persen, kalau dia (perusahaan fintech ilegal) bisa berikan hingga 10 persen,” ucapnya pada video konferensi Satgas Waspada Investasi, Rabu (3/7/2020).

Kompol Silvester Simamora menambahkan, perusahaan fintech ilegal, biasanya melakukan investasi dengan membuka platform trending.

Sehingga kata dia, untuk mengetahui asal perusahaan tersebut sedikit sulit karena IT server yang digunakan untuk investasi tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Biasanya mereka (perusahaan fintech ilegal) menyuruh nasabah atau coustemer untuk mengirimkan uang keluar negeri dan ini bahaya kalau salah. Ini perlu ditindak lanjuti juga oleh kami,” bebernya.

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan penyelidikan, penyidikan dan penanganan terkait perusahaan fintech ilegal.

Sementara itu, Subdit Pajak, Asuransi dan Investasi (Jaksi) Dit Tipideksus Bareskrim Polri, Kompol Yogi, mengatakan, tren perusahaan fintech ilegal di tengah pandemi terus mengalami peningkatan.

Namun tahun 2019 lalu, kata dia, identitas perusahaan fintech ilegal mencapai 1.423 perusahaan.

Komentar

Loading...