Akses Jalan Palopo-Toraja Terputus, Alternatif Jembatan Gantung Jadi Pilihan

Detik-detik longsor di palopo sore ini. (SCREENSHOT)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Bencana alam longsor yang terjadi bulan lalu, mengakibatkan akses jalan nasional Palopo-Toraja bagi pengendara roda dua maupun roda empat, harus terhenti.

Pasalnya hingga saat ini proses pembuatan jembatan gantung sepanjang 120 meter sebagai alternatif penanganan sementara untuk pejalan kaki dan pengendara roda dua masih dalam proses.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan, Muhammad Insal U Maha mengatakan, proses pembuatan jembatan gantung diprediksi akan selesai pada 2 hingga 3 bulan kedepan.

“Kita coba secepatnya 2 atau 3 bulan untuk pejalan kaki dan roda dua. Karena kalau roda empat harus permanen dan butuh perhitungan yang cepat dan detail,” ucapnya kepada Fajar.co.id

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, sempat mengunjungi lokasi longsor tepatnya jalan poros Palopo-Toraja di kilometer 24, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk menindaklanjuti pembuatan jembatan gantung.

Akibat longsor, Muhammad Insal mengaku, terjadi kerusakan yang cukup parah, bahkan akses jalan yang mengarah ke Palopo mengalami retak sepanjang 30 meter.

“Itukan putusnya memang agak berat, tapi arah jalan ke Palopo belum putus cuman retak retak, di Rante Pao juga kalau kita liat yang ada aspal tapi jalan bawahnya sudah mulai keropos mungkin 10 sampai 20 meter,” bebernya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...