Dokter Sugih Wibowo dan 193 Pasien Covid-19, Ikhlas Bekerja, Berharap Insentif di Akhirat

Dokter Sugih Wibowo saat ditemui di Hotel Harper, Makassar, Jumat, 3 Juli. Ia merupakan satu-satunya dokter yang bertugas menangani 193 ODP Covid-19 yang dikarantina di hotel ini. ABE BANDOE/FAJAR

Penulis: Muhclis Abduh

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Suatu ketika seorang perempuan mengancam bunuh diri. Di tangannya sudah tergenggam erat sebuah pisau. Perempuan itu merupakan peserta program duta wisata covid-19 di Hotel Harper, Makassar.

Peristiwa itu membuat heboh pihak hotel dan petugas medis di hotel tersebut. Tak lama berselang, Sugih Wibowo datang membujuk.

Ia bernegosiasi agar pasien itu tidak ceroboh melukai dirinya. Butuh waktu beberapa jam hingga akhirnya wanita tersebut berhasil ditenangkan dan dipertemukan dengan suaminya.

“Saya yang hadapi langsung. Itu pisau sudah hampir diiris ke tangannya dan tidak mau dilepas jika tak ada suaminya. Akhirnya kami panggilkan suaminya dan membantu tenangkan,” kisahnya.

Sugih Wibowo merupakan dokter yang harus dihadapi pasien coronavirus desease 2019 (covid-19) yang diisolasi di Hotel Harper.

Sejumlah hotel di Makassar punya dokter masing-masing yang melayani pasien dalam status Orang Tanpa Gejaja (OTG) yang berasal dari seluruh kabupaten lingkup Sulsel.

Sore kemarin ia masih mengenakan rompi merah bertuliskan namanya di depan. Seragam yang ia pakai saat bertugas. Sambil memakai masker, pria kelahiran Ujung Pandang, 21 Juni 1983 ini bercerita pengalaman sebagai dokter menghadapi peserta covid-19. Saat ini ada 193 pasien yang ditanganinya.

Aktivitas sehari-hari lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini tak jauh dari upaya untuk membuat para pasien tetap merasa bahagia dan meningkatkan imunitasnya. Pagi hari ia akan memimpin para pasien olahraga pagi.

Komentar

Loading...