Jeruk Purut

Itji Diana Daud

Oleh: Itji Diana Daud

Pada masa pandemi Covid-19, semua pertemuan dilaksanakan secara virtual on daring. Membangun wawasan berpikir, menambah skill, pengetahuan praktis sangatlah mudah.

Tinggal buka stereaming youtube maka kita sudah dapat mengikuti webinar Zoom yang dilaksanakan oleh panitia di kota mana pun hostnya berada, dalam negeri maupun luar negeri demikian juga narasumbernya.

Bebas diikuti kapan saja, cukup dengan memiliki komputer atau Hand Phone.

Semua individu merdeka belajar, bisa memilih webinar apa saja. Webinar Zoom kadang-kadang terjadwal mulai pk. 9.00 Wita. Kalau rajin dan tidak bosan, kita bisa mengikuti tiga webinar secara bersamaan maka dibutuhkan 2 komputer tambah 1 HP, tetapi kelemahan nya adalah kita tidak fokus dan bisa- bisa tidak ada yang masuk di otak kita.

Kemarin saya mengikuti webinar tentang “Tren Jeruk Dunia dan Posisi Buah Indonesia di Pasar Internasional”. Keberadaan Narasumbernya di Tokyo Jepang, di Brussel Belgia, di Washington DC Amerika, dan Indonesia.

Semua narasumber bercerita tentang Peluang buah Indonesia untuk diekspor ke negara Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa terbuka. Buah Indonesia sangat kuat dalam hal rasa, hal ini disebabkan tanah Indonesia dan letak geografis yang sangat tepat di khatulistiwa.

Cerita tentang jeruk Purut Indonesia awalnya bukan komoditas, masyarakat hanya menanam di pekarangan sebanyak satu pohon saja lalu pada saat membuat sambel, maka dipetiklah jeruk Purut tersebut. Tanaman jeruk purut tidak pernah dipelihara.

Komentar

Loading...