Kabur Dikejar Polisi, Menabrak, Punggungnya Berdarah Akibat Pecahan Botol Miras

Annur (20) meringis kesakitan. Punggungnya terluka akibat terkena pecahan kaca botol minuman keras (miras) yang ia bawa.

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Annur (20) meringis kesakitan. Punggungnya terluka akibat terkena pecahan kaca botol minuman keras (miras) yang ia bawa.

Awalnya, dia dikejar oleh Tim Respon Angngaru Satuan Sabhara Polres Pelabuhan. Aksi kejar-kejaran itu berlangsung dari Jalan Tentara Pelajar, hingga di Jalan Tarakan, Kota Makassar, Sabtu (4/7/2020).

Pelarian Annur bersama boncengannya yang membawa miras pun terhenti di Jalan Tarakan, saat ia menabrak satu pengendara sepeda motor di jalan itu.

Annur pun terjatuh. Miras yang sebelumnya ia bawa pun pecah dan melukai punggung Annur. Dia pun tertangkap. Sementara temannya, berhasil kabur.

“Dia membawa miras yang disimpan dan dipegang tepat di belakang Annur oleh boncengannya yang kabur itu. Saat terjatuh usai menabrak, miras itu pun pecah dan pecahannya melukai punggung Annur,” kata Danru 1 Pospam Satuan Sabhara Polres Pelabuhan, Bripka Basri.

Tabrakan itu tak bisa dihindari saat salah satu pengendara sepeda motor hendak belok ke arah kanan. Sementara Annur hendak melaju lurus dengan kecepatan tinggi karena panik dikejar polisi.

Pecahan botol miras miliknya pun berserakan di jalan itu. Aroma alkohol pun tercium dan sangat menyengat.

Meski dalam kondisi terluka, Annur tetap diinterogasi polisi. Sempat terjadi adu mulut antara polisi dengan seorang pria yang mengaku sebagai keluarga Annur.

Pria itu emosi karena melihat Annur yang terluka hingga mengalami pendarahan. Beruntung perdebatan itu tak berlangsung lama, dan dibawa ke Polres Pelabuhan untuk diproses.

“Dua motor dan miras diamankan. Satu motor Annur yang menabrak, dan satu motor yang ditabrak pun kami amankan. Annur sendiri telah mendapat pengobatan medis akibat luka yang ia derita.

Patroli malam pun berlanjut di Jalan Nusantara. Di sana, ditemukan pengendara sepeda motor yang tidak memiliki plat kendaraan. Polisi awalnya menduga itu adalah motor curian.

Saat pengendara itu dihentikan dan diinterogasi, dia beralasan lupa membawa plat dan surat-surat kendaraan. Motor itu pun disita, meski pun dia mengaku tak bisa kerja tanpa motor itu.

“Saya tinggal di Kabupaten Gowa, Pak. Saya tidak bisa berangkat kerja sebagai buruh bangunan kalau disita,” kata pria itu, kepada polisi. (Ishak/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...