Kasus Covid-19 Masih Tinggi, AHY Tagih Janji Pemerintah Bayar Insentif Nakes

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan kritikan keras terhadap kinerja pemerintah menangani virus corona (Covid-19).

Menurut Agus, pelonggaran protokol kesehatan seperti PSBB yang tak lagi diterapkan secara ketat justru membuat peningkatan drastis kasus Covid-19. Dia menyebutkan dalam sehari terjadi peningkatan di atas 1000 Pasien.

"Diluar harapan, pelonggaran kegiatan publik membuat wabah makin menyebar. Kasus positif diatas 1.000/hari dgn rekor tercatat 1.624 kasus (1/7). Sdh 39 dokter, 31 perawat gugur akibat Covid-19. Tapi pencairan insentif utk tenaga medis baru 8,57% dr anggaran sebesar Rp. 5,6 T," tulis AHY di akun Twitternya, Jumat (3/7/2020).

Putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini meminta janji  Pemerintah Pusat untuk mendukung bidang kesehatan seperti yang tertuang dalam UU No.2/2020 harus segera direalisasikan.

"Kejelasan insentif bagian dari apresiasi atas keteguhan mereka. Kami yakin tenaga medis bekerja profesional, tanpa berharap imbalan. Tapi janji Pemerintah harus direalisasi," pinta AHY.

Proses verifikasi pencairan intensif bagi tenaga kesehatan (Nakes) yang bersoal selama ini, kata AHY harus dilakukan secara berjenjang agar cepat diselesaikan.

"Proses verifikasi dan validasi dapat dilakukan dgn mengaktifkan “Help Desk” di Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota untuk membantu pelaporan. Pemerintah juga dapat membuat sistem pelaporan online yang terhubung dan terintegrasi bekerjasama dgn BPJS Kesehatan," pungkasnya. (msn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...