Pasien Covid-19 Kehilangan Indra Penciuman

Petugas medis mengambil sampel darah pada saat melakukan rapid test Covid-19 kepada pedagang di Pasar Palmeriam, Jakarta Timur, Kamis (4/6/2020). Rapid test ini digelar bertujuan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 lebih luas lagi, menyusul rencana penerapan new normal oleh pemerintah. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID– Salah satu gejala pasien Covid-19 adalah kehilangan kemampuan untuk mencium atau merasa. Indra penciuman mereka terganggu selama sakit. Setelah dinyatakan sembuh, kondisi mereka agar kembali pulih sepenuhnya membutuhkan waktu 1 bulan.

Sebuah studi baru melaporkan bahwa hampir 90 persen pasien yang memiliki gejala ini, indra penciuman mereka baru bisa pulih setelah 4 pekan. Menurut penelitian, kehilangan bau atau rasa adalah salah satu gejala yang paling umum dari pasien Covid-19 yang bergejala ringan.

Para peneliti mengevaluasi 202 orang dewasa dengan gejala ringan di Rumah Sakit Regional Treviso, Italia. Temuan mereka dipublikasikan pada Kamis (2/7) di JAMA Otolaryngology-Head & Neck Surgery. Pada empat minggu, 89 persen pasien melaporkan kemampuan indra penciuman mereka kembali pulih seperti dilansir Fox News.

Namun, sebesar 10 persen pasien yang kehilangan indra penciuman dan perasa ternyata tak kunjung bebas dari Covid-19. Gejala klinis terpapar virus Korona tetap mereka alami, bahkan terus memburuk.

Para peneliti mengatakan kerusakan yang menetap tidak terkait dengan infeksi virus yang permanen. Kondisi ini disebabkan adanya gangguan dari jaringan di dalam rongga hidung.

Selain itu, para peneliti juga mengamati gejala ini berdasarkan berbagai faktor. Di antaranya, jenis kelamin atau usia. Penilaian terhadap dua indra dilakukan satu bulan setelah pasien sembuh.

Usai dua tahap survei itu, 113 orang melaporkan perubahan dalam indra penciuman dan perasa mereka. Sebanyak 55 di antara mereka mengaku indra mereka sudah pulih. Dikatakan 46 orang menyebut kondisi mereka lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan 12 responden mengatakan gejala Covid-19 yang mereka alami belum hilang, bahkan menjadi lebih parah. (JPC)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar