PKB dan PKS Beri Usulan agar Gugus Tugas Covid-19 Dibubarkan

Gugus Tugas saat menyampaikan keterangan pers.

FAJAR.CO.ID -- Presiden Jokowi marah saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Istimewa pada 18 Juni 2020, lalu. Presiden bahkan memikirkan untuk membubarkan lembaga hingga melakukan reshuffle kabinet.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH Maman Imanulhaq, menyampaikan, bila Jokowi menyebut pembubaran lembaga, maka ia mengusulkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dibubarkan.

Ia menambahkan ganti Gugus Tugas dengan yang lebih betul-betul seperti Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi atau BRR di eranya Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat menangani gempa bumi dan tsunami di Aceh.

"Sehingga semua ikut ritmenya, dana gampang dikucurkan, lalu data masuk di satu pintu, yidak umpang tindih, tidak amburadul dan sebagainya," ungkap Maman. Politikus Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera mengaku awalnya ia bahagia dengan adanya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Namun, kata Mardani, ketika melihat institusi ini punya tugas yang biasa saja atau tidak extraordinary, tak di atas kementerian lain, ujungnya Gugus Tugas mentok lagi dan harus izin dengan kementerian lain.

"Sini harus izin Kemendagri, sini harus izin Kemenkes, izin gubernur, ujung-ujungnya tim tidak superstruktur sehingga yang terjadi efektivitas. Padahal dalam krisis efektivitas dan extraodinary sangat penting," katanya dalam kesempatan itu. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...